DIGIMEDIA.ID – Tren penggunaan skincare berlapis yang sempat populer beberapa tahun terakhir mulai ditinggalkan sebagian perempuan. Kini, semakin banyak yang beralih ke konsep minimalist skincare, yakni rutinitas perawatan wajah yang lebih sederhana dengan menggunakan produk sesuai kebutuhan kulit.
Perubahan tren ini tidak hanya didorong oleh pertimbangan kepraktisan dan efisiensi biaya, tetapi juga meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit. Penggunaan terlalu banyak produk, terutama yang mengandung bahan aktif secara bersamaan, dinilai berpotensi memicu iritasi pada sebagian orang.
Dokter spesialis dermatologi asal Amerika Serikat, Dr. Heather D. Rogers, menjelaskan bahwa kulit memiliki kemampuan alami untuk memperbaiki diri. Ketika skin barrier mengalami gangguan, penggunaan berbagai produk perawatan secara berlebihan justru dapat memperlambat proses pemulihan.
Menurutnya, pendekatan less is more atau “lebih sedikit lebih baik” menjadi pilihan yang tepat bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif. Rutinitas sederhana dengan produk yang benar-benar dibutuhkan dapat membantu menjaga keseimbangan kulit sekaligus mengurangi risiko iritasi.
Rekomendasi tersebut sejalan dengan panduan American Academy of Dermatology (AAD) yang menyarankan rutinitas dasar berupa membersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut, mengaplikasikan pelembap, serta menggunakan tabir surya setiap hari. Ketiga langkah tersebut dinilai sudah menjadi fondasi penting dalam menjaga kesehatan kulit.
Selain perawatan dari luar, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh nutrisi yang dikonsumsi setiap hari. Karena itu, sebagian masyarakat mulai melengkapi rutinitas perawatan dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung antioksidan dan nutrisi pendukung kesehatan kulit.
Beberapa kandungan yang cukup dikenal antara lain L-methionine, termasuk yang terdapat pada sejumlah produk suplemen seperti Meprothion, astaxanthin, vitamin C, vitamin E, zinc, dan kolagen. L-methionine merupakan asam amino esensial yang berperan dalam pembentukan protein, termasuk keratin, sedangkan astaxanthin dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif akibat paparan radikal bebas.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa suplemen bukanlah pengganti pola makan sehat maupun perawatan kulit yang tepat. Manfaatnya akan lebih optimal apabila diimbangi dengan konsumsi makanan bergizi, tidur yang cukup, olahraga secara teratur, serta perlindungan kulit dari paparan sinar matahari.
Warga Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, Angriani, mengaku menjadi salah satu perempuan yang memilih meninggalkan kebiasaan menggunakan banyak produk skincare. Ia mengatakan, sebelumnya dirinya kerap mengikuti tren di media sosial dengan mencoba berbagai produk yang sedang viral.
“Dulu saya berpikir semakin banyak skincare yang dipakai, hasilnya akan semakin bagus. Ternyata kulit saya justru sering beruntusan dan terasa sensitif. Sekarang saya cukup memakai facial wash, pelembap, dan sunscreen. Kalau memang diperlukan baru menggunakan serum,” ujarnya.
Selain menyederhanakan rutinitas perawatan wajah, Angriani juga mulai menjaga kesehatan kulit dari dalam dengan menerapkan pola hidup sehat.
“Saya lebih memperhatikan asupan makanan, minum air putih yang cukup, dan mengonsumsi suplemen yang mengandung antioksidan seperti astaxanthin dan L-methionine sesuai anjuran. Menurut saya hasilnya lebih terasa karena kulit menjadi lebih sehat, lembap, dan tidak mudah iritasi,” katanya.
Ia menambahkan, perubahan tersebut juga membuat pengeluaran untuk membeli produk kecantikan menjadi lebih terkendali.
“Sekarang saya tidak lagi mudah tergoda membeli skincare hanya karena sedang viral. Saya memilih produk yang memang cocok untuk kulit saya,” tuturnya.(*)






