Pemerintah terus memacu peningkatan infrastruktur penerbangan di Provinsi Gorontalo melalui proyek perluasan apron atau pelataran pesawat di Bandara Djalaluddin.
Pekerjaan ini memungkinkan bandara melayani pesawat berbadan lebar, termasuk Boeing 777 dengan kapasitas hingga 415 penumpang.
Pembangunan perluasan apron tersebut didanai oleh Kementerian Perhubungan dengan anggaran sebesar Rp40 miliar.
Proyek ini menjadi tahap awal dari rangkaian pengembangan bandara yang ditargetkan rampung dan beroperasi penuh paling lambat pada 2028.
Selain perluasan apron, pekerjaan tahap awal juga mencakup pembangunan taxiway untuk menunjang pergerakan pesawat di area bandara.
Sementara itu, kelanjutan pembangunan pada tahun 2027 akan difokuskan pada pelapisan runway sepanjang 2.500 x 45 meter dengan ketebalan 10 sentimeter, perluasan turning pad, serta optimalisasi alat bantu pendaratan visual.
“Persiapannya sudah selesai dan untuk tahun ini kita akan memulai tahap satu yaitu pembangunan perluasan apron dengan anggaran 40 miliar,” ujar Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Ia juga menanggapi sejumlah kritik terkait pemanfaatan Bandara Djalaluddin apabila berstatus sebagai bandara embarkasi haji penuh yang hanya beroperasi saat musim haji.
Menurut Gusnar, pengoperasian bandara sebagai embarkasi haji justru berpotensi mendorong peningkatan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan umrah.
Dengan pengembangan ini, Bandara Djalaluddin diharapkan mampu meningkatkan konektivitas udara Gorontalo, sekaligus membuka peluang ekonomi dan pelayanan transportasi udara yang lebih luas bagi masyarakat.(Doe)














