Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Tiga Kasus Bunuh Diri dalam Sebulan, Ismail Pakaya Ajak Semua Stakeholder Serius tangani Fenomena ini

233
×

Tiga Kasus Bunuh Diri dalam Sebulan, Ismail Pakaya Ajak Semua Stakeholder Serius tangani Fenomena ini

Sebarkan artikel ini
Penjagub Ismail Pakaya diwawancara sejumlah wartawan usai meninjau Pelabuhan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Rabu (24/5/2023). (Foto : Nova)

DIGIMEDIA.ID – Maraknya fenomena bunuh diri di Provinsi Gorontalo belakangan ini telah membuat Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, merasa resah.

Dengan adanya tiga kasus bunuh diri yang terjadi dalam sebulan terakhir, Penjabat Gubernur mengajak seluruh stakeholder di Provinsi Gorontalo untuk memandang serius masalah ini.

Yang lebih mengkhawatirkan, fenomena ini cenderung terjadi pada kalangan kaum wanita dengan usia di bawah 25 tahun.

Dalam sambutannya saat acara Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Gorontalo periode 2023-2027 pada hari Kamis (15/6/2023), Ismail Pakaya menyatakan, “Sejujurnya ini diluar konteks pelantikan KONI.

Tapi sebulan saya di sini sudah tiga orang yang bunuh diri. Saya ingin mengajak kita semua, termasuk teman-teman KONI, untuk menjadi bagian dari upaya penanganan masalah ini, karena hal ini sangat mengkhawatirkan bagi kita semua.”

Dalam menghadapi fenomena bunuh diri yang semakin meningkat, Ismail Pakaya akan mengajak seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk bupati dan wali kota, untuk duduk bersama dan serius menangani masalah ini.

Pemerintah perlu segera mencari solusi yang tepat guna menekan kasus-kasus bunuh diri ini, terutama karena fenomena ini banyak terjadi pada generasi muda yang diharapkan akan menjadi tulang punggung pembangunan Provinsi Gorontalo di masa yang akan datang.

“Mungkin karena kurangnya aktivitas, kurangnya kegiatan olahraga dan seni, sehingga mereka merasa kesepian, putus asa, dan lain sebagainya.

Intinya, kita membutuhkan kerjasama semua pihak, karena dalam hal pendidikan, wewenang untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada di tangan walikota dan bupati.

Sementara itu, tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berada di bawah pemerintah Provinsi. Oleh karena itu, bersama dengan teman-teman Forkopimda, kita harus mencari solusinya dan, pada saat yang bersamaan, menghidupkan kembali kegiatan olahraga di masyarakat,” tegas Ismail.

Menyinggung mengenai pengurus baru KONI Provinsi Gorontalo, Ismail Pakaya berharap agar mereka dapat terus memajukan olahraga di Provinsi Gorontalo.

Lebih lanjut, dengan adanya kepengurusan yang baru ini yang masih dipimpin oleh ketua yang lama, tidak perlu ada sosialisasi dan penyesuaian kembali. Yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan nyata untuk atlet-atlet dan olahraga di Gorontalo.

Kehadiran Ismail Pakaya sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo telah memberikan perhatian serius terhadap fenomena bunuh diri yang meresahkan ini.

Dalam upaya menekan angka kasus bunuh diri, penting bagi semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, untuk bekerja sama secara efektif dan berfokus pada langkah-langkah pencegahan yang konkret.(Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO