Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Penjagub Ismail Mendorong Program Dukcapil Berbasis Data Agar Tepat Sasaran

155
×

Penjagub Ismail Mendorong Program Dukcapil Berbasis Data Agar Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini
Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya didampingi Penjabat Sekdaprov dan Kepala Dinas Dukcapil PMD, saat memimpin, Rapat Konsolidasi di Kantor Dinas Dukcapil Provinsi Gorontalo, Rabu (21/6/2023). (Foto: Diskominfotik)

DIGIMEDIA.ID – Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, menekankan pentingnya penyelenggaraan program-program di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dukcapil PMD) Provinsi Gorontalo yang berbasis data. Hal ini diharapkan dapat memastikan bahwa intervensi pemerintah tepat sasaran.

Dalam sebuah Rapat Konsolidasi yang diadakan di Kantor Dinas Dukcapil Provinsi Gorontalo pada Rabu (21/6/2023), Ismail Pakaya mengemukakan contoh mengenai pentingnya data dalam bidang stunting. Ia menanyakan apakah Dukcapil memiliki data mengenai bidang yang menangani stunting.

Hingga saat ini, tidak ada data yang jelas terkait stunting di Dinas Kesehatan maupun di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Namun, Dukcapil, yang menangani kependudukan, seharusnya memiliki data mengenai anak-anak yang mengalami stunting dari keluarga mana dan Kartu Keluarga (KK) mana.

Tak hanya dalam hal stunting, Ismail Pakaya juga menyoroti masalah penurunan ekstrim kemiskinan di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, Dukcapil, yang bertanggung jawab dalam masalah kependudukan, juga seharusnya memiliki data mengenai keluarga-keluarga yang benar-benar berada dalam kategori miskin. Saat ini, data yang diperoleh hanya dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Padahal, data tersebut seharusnya ada di Dukcapil.

Selain itu, Penjabat Gubernur juga meminta agar data pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi pemilih pemula segera tersedia.

Dalam Data Pokok Kependidikan (Dapodik), terdapat 24 ribu pemilih pemula yang wajib memilih, namun masih terdapat 18 ribu pemilih yang belum merekam KTP elektronik. Ismail Pakaya berharap Dukcapil Provinsi dapat berkoordinasi dengan Dukcapil dan Dinas Pendidikan di kabupaten/kota untuk memastikan data tersebut sejalan dengan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ismail Pakaya juga menegaskan bahwa tidak hanya Dukcapil, tetapi semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan melaksanakan program-program berbasis data. Pihaknya akan mengevaluasi realisasi fisik dan keuangan seluruh OPD setiap akhir bulan guna memastikan pencapaian target yang telah ditetapkan.

Dengan mengedepankan penggunaan data yang akurat, diharapkan program-program pemerintah di Provinsi Gorontalo dapat diarahkan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencapai hasil yang optimal. (Ane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO