ADV Honda

Pemkot Kotamobagu Terus Evaluasi Kinerja Sangadi-Lurah

90
×

Pemkot Kotamobagu Terus Evaluasi Kinerja Sangadi-Lurah

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Asisten I Bidang Pemerintahan Sahaya S. Mokoginta saat memberikan arahan pada penutupan evaluasi kinerja aparatur desa dan kelurahan di Kotamobagu Utara.
Banner Artikel Pilihan

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Kota Kotamobagu menutup rangkaian evaluasi kinerja aparatur desa dan kelurahan di Kecamatan Kotamobagu Utara, dengan menekankan komitmen dan loyalitas sebagai indikator utama penilaian.

Evaluasi ini merupakan bagian dari langkah menyeluruh pemerintah dalam memastikan kinerja aparatur di tingkat desa dan kelurahan berjalan terukur dan berorientasi pelayanan publik.

Rangkaian kegiatan dimulai dari wilayah timur, berlanjut ke selatan, kemudian barat, dan berakhir di utara sebagai penegasan komitmen pemerintah.

Penutupan di Kotamobagu Utara menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam membenahi kualitas kerja aparatur secara berkelanjutan dan terstruktur.

Asisten I Bidang Pemerintahan, Sahaya S. Mokoginta, menegaskan pentingnya kesungguhan dalam bekerja yang lahir dari komitmen dan loyalitas.

“Kesungguhan dalam bekerja lahir dari komitmen yang kuat, dan komitmen itu akan memperkuat loyalitas dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keseriusan aparatur tercermin dari konsistensi bekerja, keberanian mengambil tanggung jawab, serta respons terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, sangadi dan lurah yang berintegritas tetap menjalankan tugas secara optimal, meski tanpa pengawasan langsung dalam setiap situasi.

Selain itu, kesiapan menjalankan program pemerintah juga menjadi indikator penting dalam evaluasi kinerja aparatur di lapangan.

“Kita ingin melihat apakah sangadi dan lurah benar-benar siap menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, profesionalisme aparatur ditunjukkan melalui kemampuan mengedepankan kepentingan publik serta menjalankan kebijakan secara konsisten.

“Disiplin organisasi dan komitmen terhadap sistem. Ketika arah kebijakan sudah ditetapkan, maka harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Sahaya juga mengingatkan bahwa mengabaikan komitmen akan berdampak pada hilangnya kepercayaan dan makna pengabdian dalam pemerintahan.

Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam membangun budaya kerja disiplin dan kepemimpinan yang efektif di tingkat bawah.

Melalui penilaian objektif, pemerintah memperoleh gambaran nyata kinerja aparatur sebagai dasar pembinaan dan peningkatan kapasitas.

Pemerintah berharap evaluasi ini melahirkan kepemimpinan desa dan kelurahan yang kuat secara administratif dan sadar akan tanggung jawab pelayanan publik.

Pada akhirnya, komitmen yang terjaga diyakini akan melahirkan loyalitas dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.(*/Andong)