Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Muncul Buaya, Polisi Larang Warga Mandi di Pesisir Pantai Leato Selatan

735
×

Muncul Buaya, Polisi Larang Warga Mandi di Pesisir Pantai Leato Selatan

Sebarkan artikel ini
Potret Pantai Leato (instagram.com/tiger_wood)

DIGIMEDIA.ID – Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo (KPG), Ipda Reza Reyzaldy, telah mengeluarkan larangan bagi warga untuk mandi di perairan sekitar pesisir pantai Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Keputusan ini diambil setelah adanya laporan dari warga terkait kemunculan buaya di wilayah tersebut.

Larangan tersebut diberlakukan karena polisi belum mengetahui dengan pasti lokasi persembunyian buaya tersebut.

Kapolsek KPG, Ipda Reza Reyzaldy, mengatakan Untuk sementara waktu, masyarakat sekitar, terutama anak-anak, dihimbau untuk tidak mandi atau berenang di pesisir pantai.

Selain melarang warga mandi di perairan tersebut, Kapolsek KPG juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan Leato Selatan untuk melaksanakan patroli bersama di sekitar pesisir pantai.

Patroli ini dilakukan secara rutin agar warga merasa aman dan nyaman dengan kehadiran anggota polisi di lapangan.

Reza Reyzaldy menambahkan, “Jadi kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik,”.

Munculnya buaya pertama kali dilaporkan pada Kamis (14/9/2023) malam di belakang kantor lurah Leato Selatan.

Koordinator Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Gorontalo, Muhammad Luthfi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan di lokasi tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa terdapat dua ekor buaya di perairan pesisir pantai Leato.

Muhammad Luthfi menyatakan, “Setelah dilakukan pemantauan oleh anggota, dalam berapa lama itu sekitar sejam, muncul 2 ekor buaya di perairan di pesisir pantai Leato.” Dilansir dari Tribun Gorontalo.

Pihak Damkar telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Gorontalo untuk penanganan lebih lanjut terkait buaya tersebut.

Diperkirakan buaya yang muncul di Leato Selatan adalah jenis buaya muara, namun penanganan dan pemantauan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keamanan warga sekitar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO