Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Menpan RB : Tidak Ada PHK Massal untuk Tenaga Honorer

746
×

Menpan RB : Tidak Ada PHK Massal untuk Tenaga Honorer

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI tenaga honorer. (Foto Istimewa)

DIGIMEDIA.ID – Pekan Olahraga Nasional Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia ke-XVI Tahun 2023 dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, di GOR Jati Diri, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (14/7/2023).

Dalam sambutannya, Anas membicarakan nasib tenaga honorer dan memberikan kabar baik bagi mereka.

Anas menyatakan bahwa pemerintah sedang dalam proses menyelesaikan undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Sesuai perintah Presiden RI, tidak akan ada Pemutusan Hak Kerja (PHK) massal bagi 2,3 juta tenaga non-ASN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dia juga mengakui bahwa tenaga honorer telah memberikan kontribusi luar biasa dalam meningkatkan pelayanan publik, dan tanpa mereka, kinerja pemerintah mungkin tidak akan maksimal.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Gorontalo, Zukri Suratinoyo, yang hadir dalam acara tersebut, berharap ada solusi yang dapat menentukan nasib tenaga honorer.
Khususnya bagi honorer yang bekerja di lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang jumlahnya mencapai sekitar 20 ribu orang.

Zukri mengungkapkan bahwa sebelumnya telah ada beberapa opsi yang disampaikan terkait penyelesaian masalah tenaga non-ASN ini.

Namun, Menteri PANRB telah menyampaikan bahwa undang-undang ASN akan segera diselesaikan dalam waktu dekat, yang akan mengatur nasib tenaga non-ASN ini.

Dengan adanya komitmen dari Menteri PANRB untuk menyelesaikan undang-undang ASN dan memastikan nasib tenaga honorer, diharapkan solusi yang adil dan berkelanjutan dapat diberikan kepada mereka.

Hal ini akan memberikan kepastian dan keadilan bagi para tenaga honorer yang telah memberikan kontribusi penting dalam pelayanan publik di Indonesia. (Cui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO