Scroll Untuk Tutup Iklan
Ekonomi

BPS Gorontalo Rilis Data Ekonomi: Triwulan II-2023 Tumbuh 4,25 persen

388
×

BPS Gorontalo Rilis Data Ekonomi: Triwulan II-2023 Tumbuh 4,25 persen

Sebarkan artikel ini
Aktifitas Salahsatu Toko Di Gorontalo Gudang Aki. Foto Gudang Aki.

DIGIMEDIA.ID – Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo menunjukkan bahwa ekonomi daerah ini terus mengalami perkembangan yang positif.

Pada triwulan dua tahun 2023 dibandingkan dengan triwulan dua tahun 2022 (YOY), pertumbuhan ekonomi Gorontalo mencapai 4,25 persen.

Berdasarkan laporan PDRB dengan harga berlaku, Perekonomian Gorontalo pada triwulan dua 2023 mencapai angka sebesar Rp12.743 miliar, sementara dengan harga konstan tahun 2010, mencapai Rp7.886 miliar.

“Data produksi menunjukkan sektor perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 11,25 persen,” ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif.

Pertumbuhan ekonomi Gorontalo juga terlihat dari data triwulan dua 2023 terhadap triwulan sebelumnya (QTQ), yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,27 persen.

Dalam hal produksi, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 14 persen.

Lebih lanjut, Mukhanif menambahkan, “Pertumbuhan tertinggi dalam hal pengeluaran terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah, mencapai 21,42 persen.”

Analisis struktur ekonomi Gorontalo pada triwulan dua 2023 menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi kontributor utama dengan andil sebesar 37,90 persen dari total ekonomi daerah.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi signifikan, mencapai 61,88 persen.

Mukhanif menjelaskan lebih lanjut bahwa struktur PDRB Gorontalo, berdasarkan lapangan usaha, didominasi oleh tiga sektor utama.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 37,90 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 13,51 persen, sementara sektor konstruksi berkontribusi sebesar 10,79 persen.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO