ADV Honda
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Tinggalkan Rapid Test? Dinkes Provinsi Gorontalo Dorong Penggunaan Metode CLIA

47
×

Tinggalkan Rapid Test? Dinkes Provinsi Gorontalo Dorong Penggunaan Metode CLIA

Sebarkan artikel ini
Desain Tanpa Judul 148
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Sekretaris Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Jeane Istanti Dalie, membuka Pertemuan Konsolidasi Pelayanan Darah di Hotel Elmadinah, Kota Gorontalo, Jumat (30/10/2026).

KESEHATAN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo mendorong penggunaan metode Chemiluminescence Immunoassay (CLIA) dalam pemeriksaan uji saring darah, menyusul masih adanya sejumlah Unit Transfusi Darah (UTD) yang menggunakan rapid test.

Penggunaan metode CLIA menjadi perhatian karena pemeriksaan darah merupakan salah satu tahapan penting untuk memastikan mutu dan keamanan darah. Karena itu, metode pemeriksaan yang digunakan UTD perlu menjadi perhatian bersama.

Sekretaris Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Jeane Istanti Dalie, menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga kualitas darah tidak hanya berada pada UTD, tetapi juga melibatkan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS).

BDRS memiliki tanggung jawab memastikan darah yang diterima maupun diberikan kepada pasien telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Koordinasi dengan UTD diperlukan agar seluruh tahapan pelayanan berjalan sesuai standar yang dipersyaratkan.

“Pelayanan darah tidak hanya berbicara tentang ketersediaan stok darah, tetapi juga memastikan darah yang diberikan kepada pasien memiliki mutu dan keamanan yang terjamin,” ujar Jeane saat Pertemuan Konsolidasi Pelayanan Darah yang digelar di Hotel Elmadinah, Kota Gorontalo, Jumat (30/10/2026).

Ia juga menekankan pentingnya standar pemeriksaan serta koordinasi antara UTD dan BDRS sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pelayanan transfusi darah.

Dalam pertemuan itu, sejumlah rumah sakit turut menyampaikan kebutuhan kerja sama dengan UTD PMI Kota Gorontalo melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Rumah sakit tersebut meliputi RS Multazam Medical Center (MMC), RSUD Lemito Pohuwato, dan RSUD drg. Cara Gobel Kabupaten Boalemo. Kerja sama dibutuhkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pemeriksaan darah menggunakan metode CLIA.

Pertemuan konsolidasi ini diharapkan menghasilkan kesepahaman antarfasilitas pelayanan darah, sehingga peningkatan mutu pemeriksaan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.

Sebanyak 55 peserta mengikuti pertemuan tersebut, terdiri atas perwakilan 20 rumah sakit kabupaten/kota, Sekretaris PMI Provinsi Gorontalo, kepala UTD PMI kabupaten/kota, perwakilan Klinik Mirah, serta pengelola BDRS se-Provinsi Gorontalo.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO