ADV Honda
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Gusnar Desak Tindak Lanjut MoU Sorgum, Tiga Hal Ini Harus Tuntas

87
×

Gusnar Desak Tindak Lanjut MoU Sorgum, Tiga Hal Ini Harus Tuntas

Sebarkan artikel ini
Desain tanpa judul 131
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Direktur Utama PT Sorbu Agro Energi Ferdi Budiman menandatangani nota kesepahaman pengembangan budidaya sorgum di Aula Huyula, Gubernuran, Senin (26/10/2026).

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meminta tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) pengembangan sorgum agar segera diwujudkan melalui tiga kesiapan utama, yakni lahan, kepastian pasar, dan ekosistem industri.

Hal itu disampaikannya saat menandatangani nota kesepahaman rencana pengembangan budidaya sorgum bersama Direktur Utama PT Sorbu Agro Energi Ferdi Budiman di Aula Huyula, Gubernuran, Senin (26/10/2026).

Gusnar menilai, ketiga aspek tersebut harus dipastikan sejak awal agar pengembangan sorgum tidak berhenti pada kesepakatan administratif. Kesiapan itu juga diperlukan untuk mendukung keberlanjutan budidaya hingga pemanfaatan hasil panen.

“Yang penting kita atur baik. Pertama, lahannya harus dipersiapkan. Kedua, siapa yang mau membeli. Ketiga, ekosistemnya. Kalau ketiga hal ini selesai, pengembangan sorgum bisa kita lakukan,” ujar Gusnar.

Ia meminta penandatanganan MoU segera diikuti langkah konkret, termasuk menyiapkan lahan sesuai ketentuan dan mengoordinasikan tindak lanjut bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Gusnar juga mengingatkan agar pelaksanaan kerja sama tidak kembali tertunda setelah kesepakatan ditandatangani. Pengalaman sejumlah MoU yang belum segera diwujudkan menjadi alasan pemerintah daerah perlu mendorong tindak lanjut yang lebih nyata.

“Saya menyambut baik kerja sama ini. Setelah penandatanganan nota kesepahaman, langkah-langkah konkret jangan terlalu lama dimulai. Jangan sampai seperti sebelumnya, banyak MoU, tetapi implementasinya ditunggu-tunggu,” tegasnya.

Pengembangan sorgum turut diarahkan untuk membuka peluang pemanfaatan sumber energi terbarukan di Gorontalo. Gusnar menyebut pemanfaatan energi baru terbarukan di daerah itu belum mencukupi 30 persen sehingga sorgum berpotensi menjadi salah satu alternatif yang dikembangkan.

Direktur Utama PT Sorbu Agro Energi Ferdi Budiman menjelaskan, sorgum memiliki potensi sebagai komoditas alternatif di tengah tantangan kekeringan yang memengaruhi sektor pertanian. Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan sekaligus menghasilkan biomassa untuk kebutuhan energi.

“Seandainya kekeringan berkelanjutan sorgumnya akan terus bisa menghasilkan,” ungkap Ferdi.

Ia menekankan, potensi produksi saja tidak cukup apabila tidak didukung ekosistem yang memungkinkan hasil budidaya dimanfaatkan secara ekonomi. Kepastian rantai pemanfaatan menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas tersebut.

Ferdi menyebut biomassa sorgum berpotensi mencapai 80 ton per hektare. Potensi itu menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan sorgum, sekaligus menegaskan perlunya kesiapan industri agar biomassa dapat dimanfaatkan secara optimal.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO