KESEHATAN – Program Akses, Integrasi, Respons Layanan Lanjut Usia (AIR LANSIA) di Kota Gorontalo melibatkan akademisi dan pelaku usaha untuk memperluas pelayanan bagi lansia di tengah efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Gorontalo, Eladona Oktamina Sidiki, menjelaskan kolaborasi tersebut dilakukan karena program masih berada pada tahap awal dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Jadi yang pertama karena ini baru di tahap awal, jadi saat ini kami masih mengoptimalkan dengan kondisi efisiensi anggaran baik dari APBD itu sendiri maupun dari beberapa mitra lembaga yang terkait,” ujar Eladona setelah sosialisasi program AIR LANSIA di Kantor Kecamatan Kota Utara, Senin (26/10/2026).
Salah satu bentuk kerja sama yang disiapkan ialah dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pendampingan sosial bagi lansia yang membutuhkan perhatian khusus.
Eladona menjelaskan, keterlibatan akademisi mencakup pendampingan psikososial serta kunjungan rumah atau home visit. Kunjungan tersebut direncanakan untuk memenuhi kebutuhan medis maupun psikososial lansia.
“Bagaimana kita kolaborasi kerja sama ini yaitu mereka akan melakukan pendampingan terhadap lansia yang butuh pendampingan sosial melalui psikososial, kemudian ada home visit baik secara medis maupun psiko sosial-nya,” jelasnya.
Selain akademisi, Dinsos-PM juga menggandeng pelaku usaha untuk mendukung pemenuhan kebutuhan lansia. Bentuk dukungan yang disebutkan meliputi intervensi alat bantu dan kebutuhan sosial lainnya.
“Kemudian juga dari pelaku-pelaku usaha kami berkolaborasi yaitu melakukan penanganan intervensi alat bantu maupun kebutuhan-kebutuhan sosial lainnya,” tambah Eladona.
Menurut Eladona, pelaksanaan AIR LANSIA menggunakan pola pentahelix, yakni pendekatan kolaborasi yang menempatkan penanganan lansia sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
“Mekanisme kerja sama ini berdasarkan pola pentahelix. Jadi penanganan lansia ini tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tapi menjadi tanggung jawab bersama untuk bagaimana mewujudkan lansia yang sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya.(*)














