BONE BOLANGO – Perempuan di Desa Ayula Selatan, Kabupaten Bone Bolango kini aktif menyulap pekarangan rumah menjadi lumbung gizi keluarga. Langkah ini terwujud melalui program Kebun Pangan Perempuan (KPP) untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Program tersebut adalah bagian dari Aktivasi Ruang Bersama Indonesia (RBI). Proyek percontohan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI ini mengintegrasikan ketahanan pangan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bone Bolango, Roswaty Agus, mengatakan pengembangan KPP membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menanam, tetapi berkembang menjadi upaya membangun keluarga mandiri.
“Pekarangan dan lahan produktif di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” kata Roswaty dalam Rapat Koordinasi di Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan.
Ia menambahkan, jika dikelola dengan baik, potensi lahan tersebut bisa dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi. Pengelolaan pekarangan secara produktif dipastikan mampu memberikan nilai tambah finansial bagi para perempuan di desa tersebut.
KPP sendiri mengusung tiga pilar utama dalam pelaksanaannya. Ketiga pilar itu meliputi penguatan ketahanan pangan dan gizi, pemberdayaan ekonomi restoratif perempuan, serta pelestarian tanaman dan kuliner lokal.
Dukungan Dinas Pertanian Bone Bolango mencakup pendampingan budidaya, pemanfaatan lahan, hingga pemilihan komoditas pangan yang sesuai dengan potensi wilayah.
Dalam pelaksanaan proyek percontohan ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI juga menggandeng LM Yayasan Ma’arif yang dipimpin Marni Nisabu sebagai mitra lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pengelolaan Kebun Pangan Perempuan secara produktif.(*)








