ADV Honda

Ilmu dan Akhlak Jadi Bekal Lulusan FAI UMGO Menjawab Tantangan Dunia Kerja

49
×

Ilmu dan Akhlak Jadi Bekal Lulusan FAI UMGO Menjawab Tantangan Dunia Kerja

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMGO, Dr. Irmawati Duko, saat memberikan sambutan dalam kegiatan yudisium sarjana perdana FAI UMGO. Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen fakultas dalam meningkatkan mutu pendidikan dan melahirkan lulusan berkarakter.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas, dan nilai moral dalam menjalankan profesinya. Hal tersebut menjadi perhatian Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) dalam membentuk mahasiswa dengan bekal ilmu, akhlak, dan kompetensi profesional.

Melalui proses pendidikan yang dikembangkan, FAI UMGO berupaya menghadirkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat serta memiliki keseimbangan antara kemampuan intelektual dan nilai-nilai keislaman.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Perjalanan tersebut memasuki babak baru setelah FAI UMGO berhasil mengantarkan mahasiswa angkatan pertamanya meraih gelar sarjana melalui yudisium perdana. Momentum ini menjadi bagian penting dalam upaya fakultas melahirkan sumber daya manusia yang siap berkontribusi di berbagai bidang.

Dekan FAI UMGO, Dr. Irmawati Duko, mengatakan fakultas terus melakukan penguatan mutu pendidikan melalui berbagai strategi akademik untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, FAI UMGO tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik mahasiswa, tetapi juga membangun kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional.

Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Melalui pendekatan ini, proses pendidikan diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami aspek keilmuan, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama masa studi.

Selain penguatan kurikulum, FAI UMGO juga terus mengembangkan budaya riset, memperluas kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui pembinaan karakter.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi fakultas dalam melahirkan lulusan yang memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi yang baik, kepedulian sosial, serta komitmen memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Wakil Rektor II UMGO, Dr. Salahudin Pakaya, mengatakan UMGO memiliki pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan intelektual mahasiswa.

Melalui konsep multiple intelligence, UMGO berupaya mengembangkan kecerdasan mahasiswa secara menyeluruh, mencakup aspek intelektual, spiritual, dan emosional.

“UMGO tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga mengembangkan kecerdasan spiritual dan emosional mahasiswa,” ujar Salahudin.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi salah satu kekhasan UMGO dalam membangun lulusan yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan.

Ia menambahkan, FAI UMGO memiliki posisi strategis dalam memperkuat nilai spiritual kampus karena mahasiswa FAI telah dibekali pemahaman keagamaan yang kuat.

Pada yudisium sarjana perdana tersebut, sebanyak 15 mahasiswa FAI UMGO resmi dikukuhkan sebagai lulusan. Mereka terdiri dari satu lulusan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), empat lulusan Program Studi Sastra Arab, dan 10 lulusan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).(*)

UMGO