ADV Honda

LPPM UMGO dan PLN Nusantara Power Dorong Pelestarian Biodiversitas di Pohuwato

43
×

LPPM UMGO dan PLN Nusantara Power Dorong Pelestarian Biodiversitas di Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Peserta Sekolah Lapang Konservasi Biodiversitas 2026 mengikuti praktik pengamatan satwa liar dan monitoring biodiversitas di kawasan Desa Mekarti Jaya, Pohuwato.
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) bersama PLN Nusantara Power mendorong pelestarian biodiversitas melalui Sekolah Lapang Konservasi Biodiversitas 2026 di Kabupaten Pohuwato.

Kegiatan berlangsung pada 22-23 Mei di Laboratorium Lapangan Konservasi Desa Mekarti Jaya dengan tema pelestarian Julang Sulawesi dan keanekaragaman hayati Gorontalo.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama konservasi Burung Julang Sulawesi antara LPPM UMGO dan PLN Nusantara Power.

Sekolah lapang difokuskan untuk membangun kesadaran ekologis generasi muda melalui pembelajaran konservasi berbasis pengalaman lapangan.

Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo, kelompok pecinta alam, relawan lingkungan, pemuda desa, dan masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Selama kegiatan, peserta mengikuti materi pengantar konservasi biodiversitas, ekologi Julang Sulawesi, teknik pengamatan satwa liar, dan monitoring biodiversitas.

Peserta juga mendapat pembekalan terkait konservasi berbasis masyarakat, dokumentasi lapangan, pelaporan hasil pengamatan, serta praktik birdwatching dan identifikasi habitat.

Ketua LPPM UMGO, Indri Afriani Yasin, PhD, mengatakan sekolah lapang menjadi bagian penting dalam membangun gerakan konservasi berkelanjutan.

“Melalui sekolah lapang ini, kami ingin membangun kader-kader muda konservasi yang tidak hanya memahami teori,” ujarnya.

Indri menjelaskan peserta juga dibekali pengalaman pengamatan biodiversitas dan penelitian lapangan di kawasan hutan Pohuwato.

Kegiatan lapangan didampingi peneliti konservasi dan dosen MSDH UMGO, Dr. Terri Repi, bersama tim konservasi lainnya.

Peserta juga mengikuti diskusi kelompok dan refleksi lapangan untuk memperkuat pemahaman konservasi berbasis pengalaman langsung.

Salah satu peserta, Indra, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan sekolah lapang tersebut.

“Melalui kegiatan Sekolah Lapang Konservasi Biodiversitas 2026 ini, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru,” katanya.

Program itu diharapkan melahirkan generasi muda yang memiliki keterampilan konservasi dan kepedulian terhadap kelestarian biodiversitas Gorontalo.

Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Gorontalo, Universitas Pohuwato, kelompok pecinta alam, relawan lingkungan, serta masyarakat sekitar kawasan konservasi.

Team Leader Bidang Lingkungan PT PLN Nusantara Power UP Gorontalo, Stevanus Andi Kristianto, dan Kabid Perencanaan Bappeda Pohuwato, Eka Putra Mantulangi, juga hadir dalam kegiatan tersebut.(*)

UMGO