ADV Honda

Sofian Tegaskan Pendidikan Harus Menjangkau Semua Anak di Gorontalo

66
×

Sofian Tegaskan Pendidikan Harus Menjangkau Semua Anak di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Peletakan batu pertama pembangunan SLBN 2 Kota Gorontalo di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Senin (25/5/2026).
Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi Gorontalo mulai membangun SLBN 2 Kota Gorontalo di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Senin (25/5/2026).

Pembangunan sekolah luar biasa negeri itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh jajaran pemerintah daerah sebagai bentuk perluasan layanan pendidikan khusus.

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim menegaskan pembangunan sekolah menjadi bukti komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan tanpa diskriminasi.

Menurut Sofian, seluruh anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, termasuk anak berkebutuhan khusus di Gorontalo.

“Pembangunan SLBN 2 Kota Gorontalo ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan,” ujar Sofian.

Sekolah tersebut akan melayani peserta didik dari Kecamatan Sipatana, Kecamatan Kota Tengah, dan Kecamatan Kota Utara.

Selama ini, tiga wilayah tersebut belum memiliki sekolah luar biasa dengan akses yang mudah dijangkau masyarakat.

Pemerintah daerah berharap kehadiran sekolah baru dapat mempermudah orang tua mendapatkan layanan pendidikan khusus bagi anak mereka.

Sofian juga meminta proses pembangunan berjalan sesuai target, baik dari sisi waktu, kualitas, maupun penggunaan anggaran.

“Pemerintah bersama masyarakat harus terus berkolaborasi menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi muda Gorontalo,” kata Sofian.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menyebut pembangunan ditargetkan selesai dalam enam bulan.

Pembangunan sekolah menggunakan anggaran Rp5,5 miliar dari APBN melalui Direktorat PKLK Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Pelaksanaannya dilakukan dengan sistem swakelola yang melibatkan tenaga kerja dan material lokal agar turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.(*)

UMGO