Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Dialog Kerukunan Umat Beragama, Kakanwil: Tokoh Agama Garda Terdepan Menjaga Kerukunan Umat

136
×

Dialog Kerukunan Umat Beragama, Kakanwil: Tokoh Agama Garda Terdepan Menjaga Kerukunan Umat

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo pada Dialog Kerukunan Umat Beragama yang digagas oleh Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia MUI) Provinsi Gorontalo, di Aula Kanwil Kemenag Gorontalo, Selasa (4/7/23).

DIGIMEDIA.ID – Peran tokoh agama sebagai garda terdepan dalam merawat dan menjaga keharmonisan umat di Provinsi Gorontalo semakin ditekankan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo.

Pada Dialog Kerukunan Umat Beragama yang digagas oleh Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Kakanwil Kemenag mengajak seluruh tokoh agama dari berbagai agama untuk membangun sinergi guna merawat perdamaian di provinsi ini.

Dalam acara yang diadakan di Aula Kantor Wilayah Kemenag Gorontalo tersebut, Kakanwil Kemenag memberikan apresiasi kepada tokoh agama Gorontalo yang terus membangun sinergi demi menjaga perdamaian di daerah tersebut.

“Apresiasi bagi tokoh agama Gorontalo yang terus membangun sinergi demi merawat perdamaian di daerah kita ini, sehingga kehidupan umat beragama berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.

Selain memberikan apresiasi, Kakanwil juga menyampaikan visi Kemenag yang ingin mewujudkan umat yang shaleh, moderat, dan cerdas.

“Ini yang ingin kita lakukan agar seluruh pemeluk agama bisa melahirkan generasi yang saleh. Muslim rajin ke masjid, Kristen dan Katolik rajin beribadah di gereja, Hindu, Budha, dan lainnya pun demikian,” jelasnya.

Dalam menjaga kerukunan umat, Kakanwil juga menyebutkan bahwa moderasi beragama menjadi salah satu program prioritas Menteri Agama. Konsep moderasi beragama diuraikan dalam empat pilar yang bertujuan untuk mengawal kerukunan umat.

Pertama, umat memiliki komitmen kebangsaan. Kedua, toleransi yakni saling menghargai dan menghormati, baik di internal maupun antar umat beragama. Ketiga, anti-kekerasan dan menghargai tradisi atau budaya lokal. Terakhir, memelihara persaudaraan antar umat agar tetap terjaga.

Menyadari bahwa tensi politik akan meningkat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, Kakanwil mengharapkan peran aktif dari tokoh agama untuk memberikan pencerahan kepada umat masing-masing di rumah ibadah.

Hal ini diharapkan dapat mencerahkan umat dan menjaga persaudaraan antar umat. “Tensi politik akan naik, mohon peran tokoh agama untuk memberikan pencerahan di rumah ibadah masing-masing agar umat tercerahkan karena persaudaraan harus diutamakan,” pungkasnya.(Juli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO