Scroll Untuk Tutup Iklan
BMR

Silaturahmi PCNU Bolmut: Supriadi Goma Ingatkan Agar NU Tidak Terlibat dalam Politik Praktis

130
×

Silaturahmi PCNU Bolmut: Supriadi Goma Ingatkan Agar NU Tidak Terlibat dalam Politik Praktis

Sebarkan artikel ini
Silaturahmi PCNU Bolmut

DIGIMEDIA.ID – Cabang Nahdlatul Ulama (NU) di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mengadakan silaturahmi di Kedai Kediri di Desa Tote Pada hari Senin (01/05/2023).

Selama acara tersebut, kepala Tanfidziah PCNU Bolmut, Supriadi Goma, mengingatkan seluruh kader dan pejabat NU untuk tidak terlibat dalam politik praktis.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

“Saat ini kita sedang menghadapi momen yang cukup menarik perhatian (tahun politik). Saya mengingatkan seluruh kader dan pejabat NU untuk tidak membawa lembaga ini ke dalam politik praktis,” kata Supriadi Goma.

Menurut Gus Upik, Ketua Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf, hal ini sudah berkali-kali ditekankan kepada seluruh pejabat NU.

Meskipun NU pernah menjadi partai politik di masa lalu, tetapi ditegaskan bahwa NU adalah organisasi untuk tujuan sosial dan keagamaan dalam Khitah.

“NU pernah menjadi partai politik dalam sejarahnya, tetapi pada Muktamar 1973, NU menegaskan kembali komitmennya terhadap Khitah,” kata Gus Upik. Ini berarti bahwa NU tidak boleh terlibat dalam politik praktis.

“Oleh karena itu, ketua selalu memperingatkan bahwa NU tidak boleh digunakan sebagai alat politik. Beberapa pejabat cabang telah menerima peringatan,” katanya.

Namun, ia menjelaskan bahwa kader dan pejabat NU tidak dibatasi untuk berpartisipasi dalam kontes politik 2024. “Silakan melakukannya.

Kami di NU unik, dengan beberapa kader yang berpartisipasi dalam berbagai partai politik, tidak hanya di Bolmut tetapi juga di pusat. Kita perlu menangani situasi ini dengan hati-hati,” katanya.

Dia juga menyatakan bahwa setiap kader yang terlibat dalam politik harus selalu membawa nilai-nilai perjuangan NU ke dalam aktivitas mereka.

“Pedoman kami berasal dari Muktamar NU di Krapyak, Jogjakarta. Kami akan terus mempromosikan politik nasional,” tambahnya.

Baca Juga  Sempat Jadi Lawan Politik, Kini Sehan Dukung Sam Sachrul

Selain itu, Gus Upik juga menekankan perlunya mempromosikan integrasi. Terlepas dari masalah yang dihadapi, kita harus memprioritaskan persatuan dan persaudaraan, termasuk konsep persaudaraan Islamiyah, Wathaniyah, dan Basariah yang selalu digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan agama dan nasional.(Julia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *