DIGIMEDIA.ID – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Abd. Kadim Masaong, menegaskan pentingnya perubahan orientasi pembelajaran di pendidikan tinggi guna menjawab tantangan globalisasi.
Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Kuliah Umum Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Indoor David Bobihoe Akib UMGO, Senin (2/2/2026).
Dalam sambutannya, Abd. Kadim Masaong menekankan bahwa kontribusi pendidikan idealnya tidak didominasi oleh aspek kognitif semata.
Menurutnya, porsi pembelajaran perlu lebih diarahkan pada pengembangan soft skill sebagai bekal utama mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia nyata yang semakin kompleks dan kompetitif.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi harus mampu mendorong penguatan potensi diri mahasiswa secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kontribusi pendidikan itu tidak hanya 100 persen pengetahuan. Idealnya, 20 persen pengetahuan dan 80 persen soft skill, yaitu pengembangan potensi diri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor UMGO mengkritisi praktik pendidikan yang selama ini masih menempatkan pengetahuan sebagai fokus utama dalam proses belajar-mengajar.
Kondisi tersebut, kata dia, perlu segera diubah agar pendidikan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan keterampilan.
“Guru dan dosen masih lebih banyak mengajarkan pengetahuan. Paradigma pendidikan kita tidak boleh seperti itu,” tegasnya.
Perubahan paradigma pendidikan menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki keunggulan soft skill sebagai modal utama dalam pembangunan sumber daya manusia di era globalisasi.
Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber seorang akademisi yang merupakan alumni S1 Universitas Hasanuddin serta lulusan S2 dan S3 dari Jerman, dengan pengalaman akademik dan profesional di tingkat internasional.
Narasumber juga memiliki rekam jejak sebagai pejabat di bidang Pendidikan dan Kebudayaan Timor Leste sebelum kemudian mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Negeri Gorontalo.
Pengalaman internasional yang dimiliki narasumber memberikan perspektif strategis dalam pengembangan perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi dinamika global dan persaingan antaruniversitas.
Dalam paparannya, narasumber menekankan pentingnya internasionalisasi pendidikan tinggi yang mencakup aspek pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat secara terintegrasi.
Materi bertajuk Prospecting UMGO Strategy and Roadmap for Excellence menyoroti strategi serta peta jalan UMGO menuju pengakuan global dengan tetap berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat lokal.(doe)














