KABGOR – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyentil tingginya angka Orang Dengan Gangguan Jiwa di Kabupaten Gorontalo. Berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat kecamatan, terdeteksi sekitar 1.000 kasus gangguan jiwa.
Isu kesehatan jiwa ini menjadi perhatian serius yang membutuhkan langkah konkrit serta penanganan terpadu hingga ke tingkat desa, khususnya melalui deteksi dini, pendampingan keluarga, dan penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Guna menangani persoalan kesehatan masyarakat yang kompleks ini, pemerintah daerah membutuhkan penanganan terpadu yang menjangkau hingga ke tingkat tapak.
Sofyan menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan agar organisasi memiliki legitimasi kuat. Hal ini krusial untuk menjalankan berbagai program strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya pelayanan kesehatan serta program desa harus saling berkolaborasi. Sinergi antara pengurus kecamatan dan instansi pemerintah menjadi kunci utama agar seluruh program terintegrasi secara maksimal.
“Tiga program utama—PKK, Posyandu, dan Literasi—seluruhnya bermuara di tingkat desa. Sinergitas TP-PKK kecamatan dengan OPD pengampu sangat penting agar program terintegrasi maksimal,” ujar Sofyan saat melantik pengurus lembaga kecamatan, bertepatan langsung dengan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, di Aula Rumah Dinas Bupati, Sabtu (10/10/2026).
Selain isu kesehatan jiwa, pemerintah daerah juga menyiapkan agenda prioritas nasional. Salah satunya menyambut penyerahan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya yang dilengkapi sertifikat hak milik tanah warga.
Di bidang literasi, Bupati mendorong penyediaan sudut baca di setiap kantor kecamatan. Peran pendidikan pra-sekolah juga diminta makin diperkuat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pelantikan serentak ini meresmikan Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda Literasi, serta Ketua Tim Posyandu untuk Kecamatan Tibawa dan Pulubala. Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat pemerintah daerah serta pengurus organisasi kecamatan.(*)














