Scroll Untuk Tutup Iklan
adv
Iklan Gambar

Mengenang Indra Yasin, Pemimpin yang Dirindukan Rakyatnya

UMGO
10
Mantan Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin.

Kunjungi Juga Channel Kami

Google Icon Google News

DIGIMEDIA.ID – Sore ini, sembari menunggu waktu berbuka puasa, saya membuka halaman Facebook.

Jari-jemari menggulir layar perlahan, mata menelusuri berbagai unggahan, hingga sebuah status dari salah satu akun warga Gorontalo Utara menarik perhatian saya.

“Hari ini tiga tahun atas meninggalnya Sang Pemimpin Idola… Pemimpin terbaik yang santun, cerdas, & tidak pernah arogan serta memberikan teladan kebaikan sepanjang masa di Gorontalo.” tulis akun tersebut.

Nama yang dimaksud dalam unggahan itu adalah Indra Yasin, mantan Bupati Gorontalo Utara.

Saya sendiri tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi melihat beragam komentar yang membanjiri unggahan tersebut, jelas bahwa kepergiannya masih menyisakan duka di hati banyak orang.

Dari info yang dirangkum, selama masa kepemimpinannya, Indra Yasin mencatat berbagai keberhasilan, Salah satunya adalah transformasi Desa Tombulilato di Kecamatan Atinggola.

Pada tahun 2019, desa ini berstatus sangat tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).

Namun, dalam kurun waktu tiga tahun, desa tersebut berhasil naik status menjadi desa maju, bahkan hampir mencapai status desa mandiri.

Selain itu, di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Gorontalo Utara menempati urutan tertinggi terkait Predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik tahun 2021.

Dari hasil penilaian Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo, kabupaten ini mendapatkan nilai 83,94 persen, menjadikannya satu-satunya kabupaten di Provinsi Gorontalo yang mendapatkan predikat hijau saat itu.

Beragam komentar netizenpun langsung membanjiri status tersebut, di antaranya:

  • Raflin Rahmola:
    “Al-Fatihah untuk Almarhum Bapak Indra Yasin. Semoga tempatnya Surga Jannatun Na’iim. Aamiin YRA.”
  • Salma Hasan:
    “Pemimpin yg sangat dirindukan rakyat, tidak ambisius dan sangat menomorsatukan kepentingan rakyat 😭 Semoga jannah tempatmu, wahai Khalifah Gorut. Aamiin Allahumma Aamiin.”
  • Fatma Mahmud:
    “Al-Fatihah.”

Tiga tahun telah berlalu sejak Indra Yasin berpulang, namun dari apa yang saya baca, tampaknya sebagian masyarakat Gorontalo Utara, bahkan mungkin sebagian besar masih begitu mencintainya.

Sosok yang mereka kenang bukan sekadar seorang pemimpin, tetapi juga teladan yang hidup dalam ingatan banyak orang.

Seperti pepatah mengatakan, “Gading tak retak,” demikianlah Indra Yasin dimata rakyatnya pemimpin yang tanpa cela.

Ia telah meninggalkan nama baik dan teladan bagi generasi selanjutnya. Begitulah seharusnya pemimpin sejati, yang kebaikannya dikenang sepanjang masa, Al-Fatihah.(*)

UMGO