Scroll Untuk Tutup Iklan
Ekonomi

Forum DAS Gorontalo Bantu Kelola Kebun Bibit Rakyat

764
×

Forum DAS Gorontalo Bantu Kelola Kebun Bibit Rakyat

Sebarkan artikel ini
Pendampingan Kebun Bibit Rakyat (KBR) oleh Forum Daerah Aliran Sungai Provinsi Gorontalo yang dikelola Kelompok Melati di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala. (Foto : Mila)

DIGIMEDIA.ID – Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Gorontalo terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sektor pertanian.

Salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan adalah memberikan pendampingan Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang dikelola oleh kelompok tani di berbagai daerah.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
ADV
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Salah satu kelompok tani yang mendapat bantuan dari Forum DAS Gorontalo adalah Kelompok Melati di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala.

Kelompok ini mengelola bibit tanaman buah-buahan seperti jambu mente, rambutan, jeruk, dan pala di lahan seluas 25 hektar.

Anggota Forum DAS Gorontalo, Lukman Mustaqi, mengatakan bahwa pendampingan KBR ini merupakan kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) yang memberikan dana sebesar Rp.100 juta per unit.

“Tiap unit jumlahnya sama yakni ada 30.000 batang dan targetnya mereka akan membuat bibitnya 35.000 untuk persiapan penyulaman kalau nanti ada yang mati. Ini total anggarannya Rp.100 juta per unit,” ungkap Lukman.

Ada 15 unit KBR yang tersebar di Provinsi Gorontalo dengan jumlah bibit yang dibagikan sama yakni 30.000 batang.

“Kami sangat berharap bibit tanaman yang dikelola ini bisa bermanfaat khususnya bagi masyarakat di Desa Bakti,” ujar Lukman.

Lukman menambahkan bahwa Forum DAS Gorontalo dalam perannya memberikan pendampingan dengan meninjau langsung lokasi KBR dan memberikan konsultasi kepada kelompok pengelola.

Ia juga mengatakan bahwa jenis bibit tanaman yang dipilih merupakan permintaan masyarakat sendiri.

Sementara itu, Ketua Kelompok Melati, Sutrisno Ismail, mengungkapkan bahwa bibit tanaman yang telah dikelola ini kemudian akan dibagikan kepada 19 anggota kelompok.

Dijelaskannya bahwa kebun bibit ini sudah dikelola kurang lebih dua bulan sejak Agustus 2023 lalu.

“Kita mengelola kebun ini dua kali dalam seminggu dengan cara ganti-gantian. Kebun bibit ini juga bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk mengembangkan pertanian di daerah kami,” tutup Sutrisno.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO