KAMPUS (DIGIMEDIA.ID) – Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mencanangkan Milad ke-5 yang dirangkaikan dengan Program Bina Desa Berdampak di Desa Wisata Dudepo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Sabtu (2/11/2025).
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Gorontalo Utara sebagai bentuk pengabdian nyata perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis nilai Islam dan kearifan lokal.
Direktur Pascasarjana UMGO, Dr. Arfan Tilome, M.Hi., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara UMGO dan pemerintah daerah dalam mendorong pariwisata berkarakter religius.
“Kita perlu menggagas konsep wisata islami yang tidak hanya memperhatikan daya tarik alam, tetapi juga menanamkan nilai spiritualitas, etika, dan pelayanan publik. Kebersihan dan kenyamanan harus menjadi bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial kita bersama,” ujar Dr. Arfan.
Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo Utara, Robin Daud, menilai konsep wisata bahari islami yang digagas FIS UMGO sangat relevan dengan potensi pesisir Dudepo.
“Penjelasan dari Direktur Pascasarjana UMGO tentang konsep wisata berbasis Al-Qur’an dan hadist sangat inspiratif. Kami berharap Desa Dudepo menjadi contoh Desa Wisata Berdampak yang menggabungkan nilai spiritual dan kearifan lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FIS UMGO Dr. Apris Tilome, M.Si., menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-5 FIS UMGO dan akan ditindaklanjuti dengan kerja sama strategis bersama Pemkab Gorontalo Utara.
“Jika masyarakat Dudepo bersedia menjadi mitra binaan, maka kami akan lanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama Bupati dan Dinas Pariwisata pada 6–7 Desember 2025,” ungkap Dr. Apris.
“Kami berharap FIS UMGO dapat berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui wisata islami, ekonomi kreatif, dan tata kelola digital,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, FIS UMGO juga memperkenalkan tim dosen dari berbagai program studi yang akan berperan dalam pengembangan kapasitas masyarakat, mulai dari pelatihan bahasa asing oleh Prodi Sastra Inggris dan Arab, hingga pendampingan hukum oleh Prodi Hukum.
“Kami ingin Desa Dudepo dikenal karena tata kelola wisata yang profesional, religius, dan inklusif,” tutup Dr. Apris.
Kegiatan pencanangan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Momentum Milad ke-5 FIS UMGO menjadi tonggak sinergi akademisi dan pemerintah dalam mewujudkan Desa Wisata Islami Dudepo sebagai model kolaborasi antara ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan pembangunan berkelanjutan di Gorontalo Utara. (*/IBK06)



Google News











