Scroll Untuk Tutup Iklan
Kab Bone Bolango

Fenomena Bunuh Diri di Gorontalo, Wabup Merlan Sarankan Du’a Lo Ulipu

235
×

Fenomena Bunuh Diri di Gorontalo, Wabup Merlan Sarankan Du’a Lo Ulipu

Sebarkan artikel ini
Wabup Merlan S. Uloli didampingi Kakan Kemenag Sabara K. Ngou berpose bersama dengan Kepala KUA se Bone Bolango pada launching Kampung Moderasi Beragama, di Aula Kantor Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, Rabu (26/7/2023). (F.AKP/Diskominfo)

DIGIMEDIA.ID – Fenomena tingginya angka bunuh diri di Provinsi Gorontalo belakangan ini menjadi perhatian serius bagi Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli.

Khawatir dengan meningkatnya kasus bunuh diri, Wabup Merlan menggagas sebuah tim pendampingan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar Pemerintah dari tingkat provinsi hingga kecamatan membuat “Du’a Lo Ulipu” atau do’a untuk negeri sebagai upaya untuk menekan fenomena tragis ini.

Sebagai Wakil Bupati perempuan pertama di Bone Bolango, Wabup Merlan menyadari bahwa masalah bunuh diri tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia merasa perlu ada tindakan konkret untuk mencegahnya agar tidak berkembang menjadi wabah seperti yang pernah terjadi di Jepang.

“Saya rasa Du’a Lo Ulipu ini perlu kita laksanakan secara serentak hingga tingkat kecamatan agar kejadian-kejadian yang kita tidak inginkan bersama tidak akan terjadi lagi,” ujar Wabup Merlan S. Uloli pada acara Launching Kampung Moderasi Beragama di Desa Boludawa, Kecamatan Suwawa, pada Rabu (26/7/2023).

Tim pendampingan yang diusulkan oleh Wabup Merlan bertujuan untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan emosional atau masalah mental.

Selain itu, pihaknya juga berharap para tokoh agama dan penyuluh dapat melakukan imbauan dan edukasi tentang bahaya bunuh diri, serta mengajarkan bahwa tindakan tersebut dilarang dan tidak sesuai dengan ajaran agama.

“Saya pikir kita harus berkolaborasi untuk memberikan kesadaran di tengah masyarakat bahwa bunuh diri ini bukan jalan yang harus ditempuh dalam menyelesaikan suatu permasalahan,” tambah Merlan dengan harapan agar upaya pencegahan ini dapat memperkuat ikatan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan di Provinsi Gorontalo.

Melalui keberlanjutan pendampingan dan edukasi tentang pentingnya mengatasi masalah dengan cara-cara positif dan sehat, diharapkan angka bunuh diri di Provinsi Gorontalo dapat turun secara signifikan.

Semua pihak, termasuk pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan lembaga sosial diharapkan dapat bersinergi dan bekerja sama dalam mencegah tragedi bunuh diri dan merawat kesehatan mental masyarakat secara keseluruhan. (Cui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO