Scroll Untuk Tutup Iklan
Kab Bone Bolango

Darurat Bunuh Diri dan Pelecehan di Gorontalo, Wabup Bone Bolango Ambil Tindakan Serius

211
×

Darurat Bunuh Diri dan Pelecehan di Gorontalo, Wabup Bone Bolango Ambil Tindakan Serius

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. (Foto Istimewa)

DIGIMEDIA.ID – Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan S. Uloli, mendorong Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DINSOSP3APPKB) serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menekan angka bunuh diri dan pelecehan terhadap perempuan.

Merlan mengungkapkan bahwa saat ini Provinsi Gorontalo, khususnya Bone Bolango, sedang menghadapi kondisi darurat terkait bunuh diri dan pelecehan terhadap perempuan.

“Saat ini kita sedang menghadapi darurat bunuh diri. Dari Januari hingga Juli, sudah ada 17 orang di Gorontalo yang bunuh diri, dan kemarin baru saja terjadi kasus siswi SMP yang gantung diri. Dua minggu sebelumnya, seorang murid SMP kelas 2 di Desa Talango mengalami pelecehan oleh tujuh pemuda di Tabongo, Kabupaten Gorontalo,” ungkap Merlan dalam apel Korpri di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Senin (19/6/2023).

Merlan menegaskan bahwa kejadian-kejadian tersebut sangat memprihatinkan. Ia menghimbau agar para orang tua dapat mengontrol dan menjaga aktivitas anak dalam menggunakan media sosial yang memiliki pengaruh besar terhadap pergaulan dan informasi yang diterima.

“Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta DINSOSP3APPKB perlu mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih serius.

Jika perlu, di sekolah-sekolah harus ada materi penguatan dan bimbingan kepada anak-anak, bahwa hidup ini harus bertahan dan kuat. Mereka tidak boleh memilih untuk bunuh diri hanya karena mendapatkan teguran dari orang tua,” tegas Merlan.

Merlan juga meminta agar kejadian-kejadian tersebut tidak diabaikan agar tidak terulang kembali. Ia menambahkan bahwa angka pencabulan di Bone Bolango merupakan yang tertinggi di Provinsi Gorontalo, dan pelakunya banyak berasal dari kalangan keluarga seperti ayah tiri, paman, kakak, dan tetangga.

“Ini adalah masalah daerah kita, mungkin juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan beban hidup,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah konkret yang diambil oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, diharapkan angka bunuh diri dan pelecehan terhadap perempuan di Bone Bolango dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat hidup dalam lingkungan yang aman dan terlindungi. (Ane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO