Scroll Untuk Tutup Iklan
Ekonomi

BI Mengajar, Kepala KPwBI Gorontalo Bahas Dampak Positif dan Tantangan Sistem Pembayaran Digital

715
×

BI Mengajar, Kepala KPwBI Gorontalo Bahas Dampak Positif dan Tantangan Sistem Pembayaran Digital

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan BI Gorontalo, Dian Nugraha, saat memberikan kuliah umum pada BI Mengajar di Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi, UNG.(dok/Humas BI)

DIGIMEDIA.ID – Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo, Dian Nugraha menjadi narasumber dalam diskusi mengenai perkembangan ekonomi digital di Universitas Negeri Gorontalo, Rabu (18/10/2023).

Ia secara khusus diundang untuk berbicara pada acara BI Mengajar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Ekonomi UNG, dilansir dari situs berita antara.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
ADV
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Dalam diskusi itu Dian menjelaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran membuka peluang yang lebih luas untuk sistem pembayaran yang efisien dan mudah diakses.

Namun, menurutnya potensi volatilitas baru yang dapat muncul akibat layanan pembayaran di luar rezim regulasi dapat mengancam Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), kedaulatan moneter, dan efektivitas kebijakan otoritas.

Sebagai regulator, Bank Indonesia merilis Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 dengan tujuan mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional dan digitalisasi perbankan.

Ini termasuk layanan seperti BI-Fast, QRIS MPM (Merchant Presented Mode), QRIS CPM (Consumer Presented Mode), QRIS TTM (Tanpa Tatap Muka), QRIS TTS (Transfer, Tarik, Setor), dan QRIS Crossborder.

Menurutnya kedepan Bank Indonesia akan menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC), yaitu uang Rupiah digital dengan denominasi yang sama dengan uang rupiah fisik, yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran sah dan dikelola oleh Bank Indonesia.

Dalam konteks ekonomi digital, beberapa aspek yang penting untuk diperhatikan mencakup tren transformasi digital, implikasinya terhadap sistem pembayaran, perilaku pembayaran, perkembangan sistem pembayaran, dan tantangan yang terkait dengan CBDC.

Dian berharap bahwa mahasiswa, sebagai generasi penerus bangsa, dapat memahami peran penting transformasi dalam perkembangan perekonomian yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi serta mendukung perkembangan ekonomi digital dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa memahami peran pentingnya transformasi perkembangan perekonomian saat ini yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi serta dapat mendukung digital ekonomi dengan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Dian.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO