GORONTALO – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Sulyanto Pateda, menunjukkan sikap teladan sebagai wakil rakyat saat menghadapi aksi demonstrasi Aliansi Merah Maron Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (22/10/2026).
Sikap gentleman Sulyanto terlihat ketika ia turun langsung menemui massa di halaman Kantor DPRD Provinsi Gorontalo. Langkah berani ini ia ambil meski aksi sempat diwarnai ketegangan antara demonstran dan petugas.
Alih-alih menghindar, pimpinan DPRD tersebut justru membuka ruang dialog seluas-luasnya. Ia secara langsung mendengarkan berbagai aspirasi dan kekecewaan mahasiswa terkait sejumlah persoalan krusial di tingkat nasional maupun daerah.
Dalam pertemuan terbuka itu, mahasiswa menyoroti tata kelola pemerintahan, penegakan hukum, keadilan sosial, hingga kebijakan publik. Sulyanto dengan tenang merespons tuntutan yang dinilai berdampak langsung terhadap kepentingan masyarakat tersebut.
Dialog strategis ini mengupas tuntas berbagai permasalahan nyata yang sedang dihadapi Provinsi Gorontalo. Topik pembahasan secara spesifik meliputi aktivitas pertambangan, pembagian Dana Bagi Hasil (DBH), persoalan PPPK, hingga isu kelangkaan BBM.
“Ada beberapa hal yang menjadi diskusi, baik terkait masalah nasional maupun persoalan yang ada di Provinsi Gorontalo. Di antaranya masalah pertambangan, pembagian DBH, masalah PPPK, kelangkaan BBM,” ujar Sulyanto Pateda.
Sulyanto menegaskan bahwa seluruh tuntutan dan aspirasi mahasiswa tersebut menjadi perhatian serius lembaganya. Ia menilai penyampaian pendapat melalui demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang wajib dihormati dan didengarkan.
Sebagai wakil rakyat yang responsif, ia berjanji akan mengawal tuntutan massa dari Aliansi Merah Maron. Tindak lanjut akan dilakukan sesuai dengan kewenangan serta mekanisme kelembagaan yang berlaku di DPRD Provinsi Gorontalo.
“Tuntutan aksi ini menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti oleh DPRD Provinsi Gorontalo,” ungkap pimpinan legislatif tersebut.(*)














