JAKARTA – Momen menarik terjadi ketika Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus pada nama belakang Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat menghadiri Rakornas TPAKD 2026.
Dalam acara yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Prabowo langsung menyapa dan menanyakan hubungan kekerabatan Idah dengan Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie.
“Wakil Gubernur Gorontalo, Saudari Idah Syahidah Rusli Habibie, masih keluarga Pak B.J. Habibie?” tanya Presiden Prabowo di hadapan para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Mendengar pertanyaan spontan itu, Idah langsung menjawab dengan tegas, “Siap, masih, Pak,” yang seketika disambut riuh tepuk tangan para peserta Rakornas.
Interaksi hangat tersebut mewarnai agenda penting peluncuran Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama kementerian terkait.
Pembentukan dewan baru ini ditujukan untuk mendorong inklusi keuangan, memperluas kepemilikan rekening, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat keluarga.
Ditemui usai kegiatan, Wagub Idah mengungkapkan bahwa pemerintah pusat berencana mengalokasikan anggaran besar bagi daerah pada tahun mendatang untuk mendukung berbagai program kerakyatan.
“Bapak Presiden ingin memastikan petani, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga di seluruh Indonesia memiliki kesempatan untuk tumbuh, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan. Sebab, ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang manfaatnya dirasakan secara nyata oleh rakyat,” ujar Idah, dikutip dari kanal Pemprov Gorontalo, Jumat (23/10/2026).
Untuk mewujudkan visi tersebut, Idah menegaskan bahwa perluasan akses layanan keuangan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kolaborasi strategis dan berkelanjutan antara pemerintah pusat sebagai pembuat kebijakan, pemerintah daerah sebagai eksekutor di lapangan, serta lembaga jasa keuangan selaku penyalur dana.
Perluasan akses keuangan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga jasa keuangan bisa mendorong masyarakat semakin mudah memperoleh layanan keuangan sesuai kebutuhan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)














