ADV Honda

UMGO Bidik Bank Sampah, Siap Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

240
×

UMGO Bidik Bank Sampah, Siap Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 6 detik
Suasana Pembekalan KKD Mandiri Angkatan 4 UMGO di Aula LPPM.

KAMPUS – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menetapkan target untuk menghadirkan bank sampah kampus demi memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya institusi ini dalam memastikan lingkungan kampus tidak menjadi salah satu penyumbang sampah.

Ketua LPPM UMGO, Indri Afriani Yasin, S.Pi., M.Agr., Ph.D., menegaskan bahwa pembentukan bank sampah kampus ini membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Ia berharap dukungan dari berbagai mitra dapat membantu mewujudkan target tersebut demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“Kami punya mimpi besar UMGO memiliki bank sampah dan memastikan kampus tidak menjadi penyumbang sampah terbesar. Kami berharap semua pihak dapat membantu,” ujarnya saat pembekalan KKD Mandiri Angkatan 4 UMGO di Aula LPPM, Jumat (16/10/2026).

Target pembentukan bank sampah tersebut kemudian diselaraskan melalui Pembekalan Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Mandiri Angkatan 4 bertema UMGO Green Innovation, Dari Aksi Nyata Menuju Inovasi Pengelolaan Sampah Kampus Berkelanjutan.

Program KKD Mandiri Angkatan 4 ini diarahkan sebagai langkah strategis untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah, sekaligus melanjutkan inovasi pembuatan tempat sampah berbahan plastik dari angkatan sebelumnya.

Untuk merealisasikan cita-cita tersebut, LPPM UMGO membangun sinergi secara khusus dengan mengundang Tangidaa Group sebagai mitra kampus dalam pengembangan berbagai inovasi pengelolaan sampah.

Langkah ini memperkuat komitmen konsep green campus yang diusung UMGO sejak 2021 melalui kerja sama bersama Dinas Lingkungan Hidup serta BPDAS dalam mendorong aktivitas kampus ramah lingkungan.

Sesuai jadwal, pelaksanaan KKD Mandiri akan berlangsung setiap hari Jumat dan Sabtu, di mana para peserta diharapkan mampu menjaga koordinasi demi menghasilkan manfaat yang dapat terus dikembangkan.

Mahasiswa didorong menjadi penggerak perubahan dalam membudayakan pemilahan sampah yang benar, pembiasaan buang sampah pada tempatnya, hingga mendukung operasional bank sampah di lingkungan kampus.

Inovasi pengelolaan sampah ini juga dinilai sangat relevan dengan tantangan lingkungan masyarakat, khususnya dalam merespons naiknya volume sampah dan penumpukan sampah.

“Ini ikhtiar kita bersama untuk membudayakan perilaku membuang sampah pada tempatnya dan mengambil peran dalam mengedukasi warga kampus agar lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkas Indri Afriani.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO