KAMPUS – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Gorontalo menggelar Seminar Nasional Pendidikan 2026 secara hybrid di Gedung Indoor David Bobihoe Akib UMGO, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ilmiah bertema “Transformasi Pendidikan di Era Digital: Membangun Guru Adaptif, Literasi Digital, dan Generasi Finansial” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-10 FKIP UMGO.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Dr. Muh. Firyal Akbar, menegaskan bahwa transformasi pendidikan berbasis digital merupakan sebuah keniscayaan. Hal tersebut perlu direspons oleh seluruh elemen pendidikan demi meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempermudah pemahaman siswa.
Ia menyampaikan bahwa perkembangan zaman menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam mengajar.
“Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga fasilitator yang memanfaatkan teknologi agar siswa lebih mudah memahami pembelajaran,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr.Firyal menilai tema seminar yang diusung sangat relevan dengan dinamika saat ini. Ia mengingatkan bahwa meski teknologi digital menjadi sarana utama dalam modernisasi pendidikan, penerapan nilai-nilai karakter dan kemanusiaan harus tetap menjadi landasan utama bagi setiap pendidik.
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah pakar. Koordinator PPG Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Dr. Setuju, M.Pd., MCE., MCF., membawakan materi terkait pemanfaatan AI dan literasi digital.
Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD Universitas Ahmad Dahlan, Muhamad Regil Kurniawan, M.Pd., menyampaikan materi pendidikan karakter era digital yang berfokus pada nilai, etika, dan kemanusiaan.
Selain kedua narasumber tersebut, hadir pula pemateri dari Universitas Negeri Yogyakarta, Bank Indonesia, serta internal FKIP UMGO yang mengulas inovasi pembelajaran, tantangan guru, hingga kearifan lokal.
Kehadiran beragam materi dari lembaga profesional ini memberikan perspektif yang kaya untuk memperkuat kecakapan digital, penguasaan inovasi pembelajaran, hingga pemahaman keuangan digital bagi para pendidik.
Bekal komprehensif tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan calon guru maupun tenaga pendidik dalam menjawab kebutuhan generasi masa kini serta terwujudnya pendidikan yang adaptif dan relevan.
Momentum ini sekaligus menjadi refleksi positif satu dekade perjalanan FKIP UMGO dalam mengembangkan pendidikan dan mencetak tenaga pendidik profesional di lima program studi unggulannya.
Adapun peserta yang hadir meliputi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Tahap I dan II, mahasiswa PGSD, guru di lingkungan Muhammadiyah, serta peserta umum yang mengikuti secara daring.(*)














