ADV Honda

Bantu Petani! Proyek Hilirisasi Ayam Gorontalo Siap Serap Hasil Panen Jagung Lokal

88
×

Bantu Petani! Proyek Hilirisasi Ayam Gorontalo Siap Serap Hasil Panen Jagung Lokal

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 6 detik
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan salinan surat keputusan penetapan lokasi pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi kepada perwakilan PT Berdikari. Persiapan proyek mencakup studi kelayakan dan verifikasi lahan di Boalemo serta Gorontalo Utara.

GORONTALO – Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Provinsi Gorontalo diharapkan membuka peluang pasar bagi petani jagung lokal melalui kebutuhan bahan baku industri pakan ayam yang akan dikembangkan.

Harapan tersebut menguat seiring langkah PT Berdikari (Persero) mematangkan rencana pembangunan fasilitas HAT di Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara. Proses persiapan kini memasuki tahap studi kelayakan dan verifikasi lapangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen di Gorontalo mencapai 653,29 ribu ton pada 2025. Produksi tersebut diharapkan dapat terserap untuk memenuhi kebutuhan pakan dalam sistem peternakan ayam terintegrasi.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut positif perkembangan rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, kehadiran fasilitas HAT diharapkan memberikan manfaat bagi sektor pertanian sekaligus membantu memenuhi kebutuhan ayam di daerah.

“Hilirisasi ayam terintegrasi ini sudah kami nanti nantikan sejak awal tahun,” kata Gusnar, dikutip dari kanal resmi pemerintah Provinsi Gorontalo, Kamis (15/10/2026).

Melalui proyek ini, sistem peternakan direncanakan terintegrasi mulai dari penyediaan pakan, produksi telur, hingga ayam. Integrasi tersebut diharapkan mendukung keterhubungan sektor pertanian dengan industri peternakan di Gorontalo.

Bagi petani jagung, kebutuhan bahan baku pakan menjadi peluang untuk memperluas pasar hasil panen. Namun, besaran jagung lokal yang nantinya terserap masih bergantung pada kebutuhan fasilitas dan realisasi operasional proyek.

PT Berdikari (Persero), sebagai badan usaha milik negara yang ditunjuk menjalankan program tersebut, melibatkan PT Surveyor Indonesia (Persero) untuk menyusun studi kelayakan pembangunan fasilitas peternakan.

Fasilitas yang dikaji meliputi farm parent stock atau peternakan ayam indukan, hatchery atau fasilitas penetasan telur, serta feed mill atau pabrik pakan ternak.

Tim melakukan verifikasi lapangan untuk memeriksa legalitas dan kondisi teknis lahan sebelum memasuki tahap perencanaan dan konstruksi.

General Manager Poultry Business PT Berdikari, Agus Setyawan, menyampaikan perkembangan persiapan pembangunan sekaligus hasil survei kepada Gubernur Gorontalo.

Agus menjelaskan, surat keputusan penetapan lokasi menjadi salah satu dasar penting bagi pelaksanaan proyek konstruksi. Dokumen tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk proses verifikasi pengajuan program HAT sebagai proyek strategis nasional.

“SK penetapan lokasi ini sangat penting bagi kami sebagai dasar pelaksanaan proyek konstruksi,” pungkas Agus.(*)

Honda Krida Shine Effect
Honda Krida
UMGO