KAMPUS – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Gorontalo menggelar Monitoring dan Evaluasi Pengenalan Lapangan Persekolahan II – Magang Berdampak Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Kegiatan evaluasi lapangan yang memasuki hari kedua ini menyasar enam sekolah mitra, meliputi SDN 1 Telaga Biru, SDN 5 Limboto, SDN 1 Limboto, SD Muhammadiyah 1 Limboto, SDN 17 Limboto, dan SDN 1 Batudaa.
Dekan FKIP UMGO, Prof. Dr. Abd. Hamid Isa, M.Pd. menyampaikan bahwa sebanyak 70 mahasiswa ditempatkan di 10 sekolah mitra wilayah Gorontalo dan sekitarnya. Memasuki pekan ketujuh, mahasiswa diharapkan memaksimalkan praktik untuk meningkatkan kompetensi.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan mahasiswa di sekolah mitra bukan sekadar memenuhi beban matakuliah, melainkan wadah pembentukan karakter dan mental pendidik, dimana pengalaman langsung di lapangan menjadi kunci utama pencetakan guru berkualitas.
Prof Hamid juga mengimbau seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama bertugas. Sikap profesional, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap kebutuhan peserta didik harus terus ditunjukkan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMGO bidang akademik, Dr. Muh. Firyal Akbar, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi (monev) menjadi bagian dari komitmen UMGO dalam menghadirkan pendidikan berkualitas melalui pengalaman praktik lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara kampus dan sekolah mitra agar pelaksanaan magang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun lingkungan pendidikan.
Dr.Firyal juga mendorong mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan potensi diri dan mematangkan kesiapan sebagai calon guru profesional.
Menurutnya, penguasaan empat kompetensi utama, yakni pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional, perlu terus ditingkatkan agar mahasiswa mampu menjadi pendidik yang berilmu, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk mempersiapkan diri sebagai calon guru. Empat kompetensi, yaitu pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional, harus terus ditingkatkan,” pesannya(*)














