ADV Honda

KKMD Gorontalo: Kerusakan Mangrove Capai 13 Ribu Hektare

56
×

KKMD Gorontalo: Kerusakan Mangrove Capai 13 Ribu Hektare

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Kegiatan Mangrove Goes to Campus di FMIPA UNG membahas pentingnya perlindungan mangrove dan pengelolaan tambak ramah lingkungan di Gorontalo.

DIGIMEDIA.ID – Ketua Komunitas Konservasi Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo, Hoerudin, menegaskan perlindungan mangrove jauh lebih murah dibanding rehabilitasi kawasan yang telah rusak.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Mangrove Goes to Campus di Aula FMIPA Universitas Negeri Gorontalo, Senin (18/5/2025).

Menurut Hoerudin, luas mangrove eksisting di Gorontalo saat ini sekitar 9.000 hektare. Sementara kawasan mangrove yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 13.000 hektare.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan penting agar perlindungan kawasan pesisir terus diperkuat sebelum kerusakan semakin meluas.

Kerusakan mangrove di Gorontalo disebut sebagian besar dipicu aktivitas tambak yang tidak berbasis pengendalian ekosistem.

Karena itu, pengelolaan tambak ramah lingkungan dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pesisir sekaligus mempertahankan nilai ekonomi masyarakat.

Hoerudin juga mendorong rehabilitasi terhadap kawasan tambak yang sudah tidak lagi optimal dimanfaatkan.

“Tambak-tambak yang tidak optimal sebetulnya perlu didorong untuk direhabilitasi kembali,” ujar Hoerudin.

Rehabilitasi kawasan pesisir diakui bukan pekerjaan ringan. Namun langkah tersebut dinilai penting demi menjaga keberlanjutan lingkungan dan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Kegiatan Mangrove Goes to Campus digelar FMIPA Universitas Negeri Gorontalo bekerja sama dengan KKMD melalui BPDAS Bone Limboto.

Forum tersebut diikuti mahasiswa dan akademisi dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala BPDAS Bone Limboto Bontor Lumbantobing, anggota KKMD Gorontalo Ramli Utina, Ketua Japesda Christopel Paino, serta pegiat mangrove Torosiaje Umar Pasandre.(*)