ADV Honda

Perang Drone Modern Geser Peran Sniper Elit di Medan Tempur

303
×

Perang Drone Modern Geser Peran Sniper Elit di Medan Tempur

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Drone militer modern kini menjadi bagian penting dalam operasi tempur, menggeser sebagian peran sniper di medan perang global

DIGIMEDIA.ID – Perang modern di berbagai kawasan konflik dunia termasuk Ukraina–Rusia dan ketegangan Amerika Serikat–Iran menunjukkan perubahan besar dalam strategi militer global. Drone kini semakin dominan.

Dominasi teknologi ini perlahan menggeser peran sejumlah unit tempur tradisional termasuk sniper elit yang selama ini dikenal sebagai penembak presisi jarak jauh.

Di medan perang Rusia–Ukraina, penggunaan drone dalam jumlah besar menjadi salah satu faktor utama perubahan pola pertempuran. Kedua pihak memanfaatkan drone untuk pengintaian hingga serangan presisi.

Drone jenis FPV dan kamikaze disebut mampu menjalankan tugas yang sebelumnya banyak dilakukan sniper seperti mengintai target, menandai posisi, hingga eksekusi serangan.

Dalam sejumlah laporan perkembangan medan tempur, peran sniper mulai berkurang karena sistem drone dinilai lebih cepat, murah, dan minim risiko bagi operator.

Drone kini menjadi bagian penting dalam operasi modern di medan perang demikian gambaran umum yang muncul dalam perkembangan strategi militer saat ini.

Di sisi lain, Rusia juga meningkatkan penggunaan drone dalam skala besar untuk menekan pertahanan lawan termasuk dengan serangan berulang berbasis drone kamikaze.

Sementara itu di kawasan Timur Tengah ketegangan Amerika Serikat–Iran turut memperlihatkan penggunaan drone sebagai alat utama serangan presisi jarak jauh.

Jenis loitering munition atau drone yang dapat berputar sebelum menyerang menjadi salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam operasi militer modern.

Fenomena ini menunjukkan bahwa peperangan kini tidak selalu membutuhkan kontak langsung antara prajurit di garis depan.

Dalam doktrin lama sniper memiliki peran penting sebagai pengintai penembak presisi dan pemberi tekanan psikologis di medan perang.

Namun dalam perang berbasis teknologi drone sebagian fungsi tersebut mulai diambil alih oleh sistem udara tak berawak yang dapat bekerja lebih lama dan lebih jauh.

Meski begitu sniper tidak sepenuhnya hilang dari struktur militer modern. Mereka masih dibutuhkan dalam kondisi tertentu yang tidak dapat dijangkau teknologi.

Peran mereka kini lebih banyak bergeser pada operasi khusus kontra-sniper hingga misi di wilayah yang minim dukungan teknologi drone.

Perubahan ini menunjukkan bahwa perang modern bergerak menuju sistem berbasis data real time dan koordinasi teknologi yang lebih cepat.

Di akhir perkembangan ini medan tempur tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan tembak jarak jauh tetapi juga oleh penguasaan informasi dan teknologi udara.(*)