ADV Honda

Pemilihan Duta Stunting Jadi Langkah Strategis Pemkot Persiapkan  SDM di Kota Kotamobagu

64
×

Pemilihan Duta Stunting Jadi Langkah Strategis Pemkot Persiapkan  SDM di Kota Kotamobagu

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Asisten I Sahaya Subagio Mokoginta membuka Lomba Duta Cegah Stunting Kota Kotamobagu 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota, sebagai upaya melibatkan generasi muda dalam menekan angka stunting.
Banner Artikel Pilihan

DIGIMEDIA.ID – Pemerintah Kota Kotamobagu terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting dengan melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan. Hal ini ditandai dengan dibukanya Pemilihan Lomba Remaja Duta Cegah Stunting Tingkat Kota Kotamobagu Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sahaya Subagio Mokoginta, yang hadir mewakili Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib.

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakannya, Sahaya Mokoginta menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Kotamobagu atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi.

Ia menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan berkelanjutan, mengingat dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga terhadap kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia.

“Stunting harus kita tangani karena tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada pembangunan kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” Ucap Sahaya.

Menurutnya, keterlibatan remaja melalui program Duta Cegah Stunting menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi kepada masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda dengan pendekatan yang lebih efektif dan komunikatif.

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar tidak sekadar menjadikan ajang ini sebagai kompetisi, melainkan sebagai wadah pembelajaran dan pengabdian sosial. Para peserta diharapkan mampu tampil sebagai agen perubahan (agent of change) di lingkungan masing-masing.

Adapun peran strategis yang akan diemban oleh para Duta Cegah Stunting terpilih meliputi menjadi inspirasi bagi teman sebaya dalam menerapkan gaya hidup sehat, mengedukasi pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini, serta mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri tim penilai dari Provinsi Sulawesi Utara yang terdiri dari Pokja IV PKK dan Dinas Kesehatan, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, lurah, sangadi, hingga kepala sekolah se-Kota Kotamobagu.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi dalam upaya pencegahan stunting demi mewujudkan masa depan daerah yang lebih sehat dan berkualitas. (Andong)