ADV Honda

Mahasiswa Asing UMGO Ikut KKN Internasional di Malaysia, Bagikan Pengalaman Toleransi

186
×

Mahasiswa Asing UMGO Ikut KKN Internasional di Malaysia, Bagikan Pengalaman Toleransi

Sebarkan artikel ini
Promo Digimedia
Iklan akan Menutup Dalam 10 detik
Givania Soreas Bento, mahasiswa asing Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), saat mengikuti kegiatan KKN Kemitraan Internasional di Malaysia bersama tim, mengajar anak-anak WNI di Sanggar Bimbingan.
Banner Artikel Pilihan

DIGIMEDIA.ID – Mahasiswa asal Timor Leste, Givania Soreas Bento, yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), menjadi salah satu peserta KKN KI (Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional) yang dilaksanakan di Malaysia.

Givania mengikuti program pengabdian lintas negara tersebut bersama empat mahasiswa lainnya.

KKN KI merupakan program pengabdian masyarakat internasional yang umumnya diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) di Malaysia.

Dalam program ini, mahasiswa bertugas selama 28 di Sanggar Bimbingan (SB) untuk mengajar anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI), memberikan pembelajaran literasi, serta pendidikan keagamaan. Program ini berfokus pada bidang pendidikan, sosial, dan budaya.

Ia mengaku bangga dapat terlibat dalam program tersebut. Sebagai mahasiswa beragama Kristen, merasa sangat dihargai dan diterima dengan baik selama menjalankan pengabdian.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap lingkungan yang mayoritas Muslim, Givania memilih mengenakan hijab selama melaksanakan kegiatan di Sanggar Bimbingan. Pengalaman dan hal baru sekaligus berkesan dalam hidupnya.

“Awalnya saya merasa canggung karena belum pernah memakai hijab. Namun teman-teman membantu saya dan memberi dukungan. Saya memakainya sebagai bentuk rasa hormat, bukan karena paksaan. Dari situ saya belajar tentang empati dan saling menghargai,” tuturnya.

Selama 28 hari pengabdian, Givania bersama tim mengajar membaca, menulis, serta memberikan pendampingan pendidikan dan kegiatan sosial kepada anak-anak WNI.

Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari melatih kesabaran, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, hingga memperluas wawasan tentang kehidupan masyarakat Indonesia di luar negeri.

Menurutnya, KKN KI bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan mempererat persaudaraan di tengah perbedaan.

Keikutsertaan Givania dalam KKN KI di Malaysia menjadi cerminan bahwa semangat pengabdian mampu melampaui batas negara dan keyakinan. Program ini diharapkan terus memperkuat peran mahasiswa sebagai duta pendidikan, sosial, dan budaya di kancah internasional.(*)