Scroll Untuk Tutup Iklan
Gorontalo

Sekolah Lima Hari Akan Diterapkan di Gorontalo

470
×

Sekolah Lima Hari Akan Diterapkan di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya saat memimpin rapat secara virtual dengan seluruh Kepala-Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB se Provinsi Gorontalo, Sabtu, (8/7/2023). (Foto: Nova/Diskominfotik)

DIGIMEDIA.ID – Kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK sederajat di Provinsi Gorontalo menyambut baik rencana Penjabat Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, untuk menerapkan lima hari sekolah.

Hal ini terungkap dalam rapat virtual kepsek bersama penjabat gubernur yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas pada Sabtu (8/7/2023).

Para kepsek mengungkapkan bahwa mereka telah mempersiapkan program lima hari sekolah ini sejak lama. Enam tahun yang lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang mengatur tentang lima hari sekolah.

“Kami sudah sepenuhnya siap, karena sebelumnya kami telah mensosialisasikan ini kepada orang tua murid dan semua setuju, karena orang tua juga butuh waktu dengan anak-anak pada hari Sabtu-Minggu,” kata Kepsek SMA 1 Kota Gorontalo, Ani Polapa.

Bagi sebagian besar kepsek dan guru, kebijakan lima hari sekolah ini membuat mereka lebih fokus dalam mengajar. Meskipun jam pelajaran bertambah, namun pengurangan waktu kerja satu hari memberikan waktu lebih bagi para guru bersama keluarga.

“Untuk sarana prasarana di SMA 1 Kota Gorontalo, kami memiliki kantin yang buka selama jam sekolah dan juga musholah untuk anak-anak muslim melaksanakan salat Zuhur dan Ashar. Jadi, persiapan kami sudah dilakukan sejak lama,” tambahnya.

Brosur Motor Honda

Dalam rapat tersebut, Penjabat Gubernur Ismail juga menanyakan kesiapan kepsek untuk menerapkan rencana lima hari sekolah yang akan dieksekusi pada hari Senin mendatang.

“Saya ingin bertanya, dari 137 kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta, apakah ada yang tidak siap untuk melaksanakan lima hari belajar? Jika tidak ada, maka saya anggap semuanya siap untuk melaksanakan lima hari kerja dan lima hari belajar bagi siswa,” tanya Ismail.

Dalam segi teknis, penerapan lima hari kerja bagi para guru juga telah diantisipasi oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sistem Pengukuran Kinerja (Siransija) sudah disesuaikan dengan rencana tersebut.

“Karena semua setuju, berarti semua sekolah saya anggap sudah siap menerapkan sistem lima hari ini. BKD juga telah menyatakan bahwa perubahan absensi bagi para guru sudah siap. Jadi, hari Senin kita akan memulai tahun ajaran baru dengan lima hari kerja,” jelasnya.

Penerapan lima hari sekolah ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo melalui implementasi Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017. Seluruh provinsi di Indonesia sudah menerapkan kebijakan ini, kecuali Provinsi Gorontalo. (Cui)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO