Scroll Untuk Tutup Iklan
Ekonomi

Program RHL Agroforestri di Gorontalo ‘Berbuah Manis’

439
×

Program RHL Agroforestri di Gorontalo ‘Berbuah Manis’

Sebarkan artikel ini
Foto bersama anggota Kelompok RHL dengan Sekditjen PDASRH KLHK, Sri Handayaningsih, usai panen perdana jambu mete di Desa Totopo, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, Kamis (2/11/2023). Foto: Haris. [Arsip Pemprov Gorontalo]

DIGIMEDIA.ID – Program Rehabilitas Hutan dan Lahan (RHL) Agroforestri yang dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Bolango bekerja sama dengan berbagai pihak.

Telah memasuki tahap pemeliharaan tahun kedua.

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencegah bencana alam, dan melestarikan lingkungan.

Salah satu buah dari program ini adalah jambu mete yang mulai ditanam pada tahun 2021.

Tanaman ini sudah mulai berbuah di beberapa lokasi, seperti di Desa Totopo, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.

Panen perdana jambu mete digelar di desa tersebut dengan dihadiri oleh pejabat dari BPDAS, KPH, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Kamis (2/11/2023).

Menurut PPK P2 RHL Agroforestri BPDAS Bone Bolango, Muh. Bakri Nongko, tanaman jambu mete tersebar di 25 lokasi.

Program RHL Agroforestri di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo dengan luasan total 2.500 hektar.

Selain jambu mete, program ini juga menanam rambutan, durian, mahoni, gmelina, dan nyato.

“Kita berharap manfaatnya bisa dirasakan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian sekaligus tutupan lahan guna mencegah banjir dan longsor, serta untuk konservasi tanah dan air,” ujar Bakri.

Kepala KPH Wilayah VI Kabupaten Gorontalo, Hoerudin, mengatakan bahwa jambu mete memiliki prospek yang bagus di pasar.

Harga pembelian di lokasi mencapai Rp10 ribu per kilogram, sedangkan harga jual di pedagang atau pengumpul bisa sampai Rp15 ribu per kilogram.

Dengan produktivitas rata-rata 25 kilogram per pohon per tahun dan panen empat kali setahun, maka setiap pohon bisa menghasilkan sejuta rupiah per tahun.

“Saya berharap dengan produktivitas biji jambu mete ini taraf hidup masyarakat akan meningkat,” kata Hoerudin.

Baca Juga  RG Ajak Milenial dan Masyarakat Gorontalo Berpartisipasi dalam Lomba Promosi Cokelat Otanaha

Salah satu anggota Kelompok RHL Totopo, Burhan Keli, mengaku senang dengan hasil panen perdana jambu mete yang mencapai lima kilogram.

Burhan memiliki 200 pohon jambu mete yang ditanam melalui program RHL Agroforestri, dan yang sudah berbuah sebanyak 150 pohon.

“Insya Allah kalau sudah musim hujan, hasil panennya akan meningkat..”

“Terima kasih kepada BPDAS, berkat RHL ini bisa meningkatkan penghasilan saya dan warga desa lainnya,” ucap Burhan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Honda