Scroll Untuk Tutup Iklan
Perempuan

Kabupaten Gorontalo Siap Jadi Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Indonesia

420
×

Kabupaten Gorontalo Siap Jadi Model Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pelantikan DRPA oleh Ketua TP-PKK Fory Naway. [Arsip Pemkab Gorontalo]

DIGIMEDIA.ID – Peningkatan kualitas kehidupan perempuan dan anak di desa-desa Kabupaten Gorontalo menjadi fokus utama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak berwenang telah berkolaborasi dengan organisasi PKK, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
ADV
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Beserta Puspaga dalam upaya menekan angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Upaya yang telah dilakukan, seperti memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan komitmen bersama.

Dalam pengembangan kabupaten Gorontalo sebagai tempat yang layak bagi perempuan dan anak, baik di desa/kelurahan maupun kecamatan.

Salah satu inisiatif yang telah diterapkan adalah peran sahabat perempuan dan anak (SAPA).

Ketua P2TP2A Kabupaten Gorontalo, Prof. Fory Armin Naway menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah melaksanakan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

Hal sebagai langkah dalam mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang layak bagi anak-anak. (01/11/2023)

Fory Armin Naway menjelaskan lebih lanjut bahwa konsep Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak.

Adalah pendekatan yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam pengelolaan pemerintahan desa, pembangunan desa, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Ini dilakukan dengan perencanaan menyeluruh dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan Indonesia.

Lebih lanjut, program DRPPA bertujuan untuk menciptakan desa yang ramah dan nyaman bagi masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memenuhi hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Kemudian menyediakan fasilitas publik yang ramah bagi perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya seperti lansia, disabilitas, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo menjelaskan bahwa implementasi program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak melibatkan berbagai konsep.

Diantaranya seperti kaderisasi, pengorganisasian, pengembangan kapasitas, penguatan tata kelola pemerintahan desa, penguatan tata kelola pembangunan desa, serta kerjasama antarpihak.

Program ini juga akan menjadi contoh model Desa RPPA untuk wilayah lain. Diharapkan inisiatif ini akan memberikan dampak positif bagi kehidupan perempuan dan anak di Kabupaten Gorontalo.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO