Scroll Untuk Tutup Iklan
Ekonomi

Inflasi akhir tahun Terjebak di Zona Merah, Penjagub Gorontalo Evaluasi Kinerja

354
×

Inflasi akhir tahun Terjebak di Zona Merah, Penjagub Gorontalo Evaluasi Kinerja

Sebarkan artikel ini
Suasana Rapat evaluasi terkait Inflasi Gorontalo dipimpin Penjagub Gorontalo Ismail Pakaya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Wali Kota Gorontalo, di Ruang Otanaha Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo, Senin (8/1/2024). Foto – Alfred.

DIGIMEDIA.ID – Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya memberikan perhatian penuh terhadap melonjaknya angka inflasi Gorontalo periode Desember 2023.

Hal ini disampaikan Ismail dalam rapat evaluasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Wali Kota Gorontalo, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo, Senin (8/1/2024).

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
PPP
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Rapat ini bertujuan untuk membahas penyebab dan solusi inflasi Gorontalo yang melonjak di bulan Desember 2023.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, inflasi Gorontalo pada Desember 2023 mencapai 1,32%, jauh di atas angka nasional 0,41%.

Inflasi tahunan (YoY) Gorontalo juga tinggi, yaitu 3,88%, dibandingkan dengan nasional 2,61%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Gorontalo terjebak di zona merah inflasi.

Ismail mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan inflasi sepanjang tahun 2023, seperti menggelar pasar murah, memberikan beras bersubsidi, dan mengadakan gelaran pangan murah.

Namun, ia merasa hal itu tidak cukup efektif, karena inflasi tetap melonjak di akhir tahun.

“Apa yang harus dilakukan oleh kami Pemprov dan Pemkot Gorontalo? Karena kalau hanya pasar murah, kami ini sudah gelar pasar murah, bahkan di Desember itu ada kami buat beberapa kali.”

“Kami sudah kasih beras bersubsidi ada juga gelaran pangan murah yang digelar Bappenas. Tapi seperti tidak ada pengaruhnya,..”

“Kita dinilai tidak bekerja sepanjang tahun 2023 diakibatkan melonjaknya inflasi di akhir tahun,” ungkap Ismail.

Ismail menambahkan, pemerintah harus mengantisipasi inflasi di tahun 2024 dengan melakukan perbaikan metode program kegiatan dan pengambilan sampel untuk laporan BPS.

“Seluruh program yang sudah kita jalankan di 2023, di tahun ini juga akan terus kita laksanakan. Tapi perlu ada duduk bersama dulu,..”

“Kita juga harus memperbaiki metode, fokus kita juga kita ubah. Titik perhatian perlu kita fokuskan pada akhir tahun, agar tidak terjadi lagi jebol seperti tahun ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Gorontalo Dian Nugraha menyebut salah satu faktor yang memicu inflasi Gorontalo di bulan Desember adalah kemarau panjang yang melanda Gorontalo sejak Oktober 2023.

Hal ini menyebabkan penurunan pasokan komoditas di daerah, terutama cabai rawit yang mengalami kenaikan harga jelang Nataru.

“Memasuki bulan Oktober, November dan Desember kita ketahui bersama akibat dari Elnino ini saya rasa juga semua daerah merasakan dampaknya,..”

“Pasokan kita ikut menurun sementara kita bukan daerah produsen, sehingga ketika kita kekurangan dan meminta ke daerah-daerah lain mereka tidak bisa memenuhi karena mereka juga kekurangan,” jelasnya.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO