Scroll Untuk Tutup Iklan
Ekonomi

Harga Cabai Rawit Melonjak, Pemprov Gorontalo Gelar Pertemuan dengan Pedagang dan Pengempul

431
×

Harga Cabai Rawit Melonjak, Pemprov Gorontalo Gelar Pertemuan dengan Pedagang dan Pengempul

Sebarkan artikel ini
Illustrasi.-

DIGIMEDIA.ID – Harga cabai rawit di Provinsi Gorontalo terus meroket hingga mencapai Rp130.000 per kilogram di pasaran.

Hal ini membuat Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah cepat dengan menggelar pertemuan dengan perwakilan pedagang dan pengempul cabai rawit, Rabu (13/12/2023).

Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525
ADV
Pasang Iklan Baris disini, Hub 085945868525

Pertemuan yang dipimpin oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya itu bertujuan untuk mencari solusi terkait dengan pengendalian harga cabai rawit, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Karena melonjaknya harga cabai ini, maka saya mengundang para pedagang dan pengempul kita sharing apa yang harus dilakukan oleh Pemprov terkait dengan pengendalian harga,..”

“Khususnya cabai, Apalagi kita sekarang akan memasuki Natal dan Tahun Baru juga,” kata Ismail

Ismail menjelaskan, saat ini harga cabai rawit dengan kualitas tertentu bisa mencapai 130 ribu per kilogram, sedangkan kualitas lokal Gorontalo bisa di atas 130 ribu.

Menurut informasi dari pedagang, cabai yang ada saat ini dominan berasal dari Provinsi Sulawesi Tengah yang dijual oleh petani Rp118.000 dan oleh pengecer dijual antara Rp125.000 sampai Rp130.0000

“Tentu kita berharap harga tidak terus naik, sehingga pada saat pelaksanaan natal dan tahun baru tidak memberatkan masyarakat..”

“Setelah ini juga kita akan membicarakan apa yang harus dilakukan oleh Pemprov secara teknis, saya akan duduk bersama seluruh OPD terkait,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljadi Mario mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan harga cabai rawit melonjak.

Pertama, produksi yang agak menurun khususnya di bulan Desember, karena imbas dari El-nino beberapa waktu lalu.

Kedua, melonjaknya konsumsi, di akhir tahun seperti ini banyaknya acara pertemuan yang berakibat meningkatnya konsumsi cabai.

“Yang dikhawatirkan itu adalah margin harga di petani, dengan margin harga di pedagang yang ada semacam spekulasi, ada semacam permainan begitu..”

“Nah, hal itu akan segera kita tindak lanjuti pertemuan dengan semua pihak, seperti yang pak gubernur sampaikan tadi,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UMGO